Jenis Dan Cara Merawat Dan Memelihara Musang
Jenis Dan Cara Merawat Dan Memelihara Musang

Jenis Dan Cara Merawat Dan Memelihara Musang

Posted on

KICUIT.com – Bagi sebagian orang, musang dikenal sebagai parasit liar pemakan ayam. Image ini sedikit mulai berubah, ketika para pecinta satwa liar mulai tertantang menjinakkan musang sebagai hewan peliharaan. Dengan keberanian dan kesabaran, hewan noktrturnal ini dapat dijinakkan dan diajak bermain. Kira-kira bagaimana cara menjinakkan dan merawat musang? Simak ya!


Baca Juga :
Cara Menggemukkan Musang Dengan Cepat
Makanan Musang Pandan Yang Paling Utama


Jenis-Jenis Musang

Pemanjat yang handal ini dapat kita jumpai dalam berbagai jenis. Berikut jenis yang umumnya ada di Indonesia.

1). Musang Pandan

Salah satu musang yang favorit dipelihara ini diberi nama pandan karena mengeluarkan aroma seperti pandan. Dia menggunakan aroma ini sebagai pertahanan dari pemangsanya. Lama kelamaan aroma ini semakin pekat dan membuat mual.

1). Musang Rase

Memiliki corak seperti macan tutul atau ceetah. Perawakan berbeda dengan musang kebanyakan dengan kaki lebih pendek dan tubuh lebih jenjang.

3). Musang Bulan

Musang ini diberi nama musang bulan karena bulunya yang hitam pekat dengan muka putih. Jika dilihat malam hari ia tampak seperti bulan bersinar.

4). Musang Binturong

Di antara musang jenis lain, binturong jauh lebih besar dan berbulu lebat. Dengan perawakan ini ia tampak lebih ganas dan mengerikan.

5). Musang Bali

Seperti namanya, musang dengan bulu putih kusam ini berasal dari Bali.

6). Musang Biul

Musang ini mudah dikenali karena coraknya yang unik. Ia memiliki warna hitam dengan  garis putih kusam di sekitar punduknya.

7). Musang Akar

Musang ini memanfaatkan bulunya yang berwarna gelap untuk kamuflase. Ditambah dengan matanya yang kecoklatan, kamu akan sulit mengenali keberadaannya di tempat gelap.

8). Musang Lombok

Sama seperti namanya, pemberian nama musang lombok dikarenakan habitat asalnya. Namun, ia juga dikenal dengan sebutan musang rinjani. Warna hitamnya yang polos, menjadi daya tarik tersendiri bagi musang lombok.

9). Musang Albino/Leutistic

Kekurangan pigmen bukan jadi kekurangnya. Justru karena warnanya yang putih (albino), ia jadi buruan yang langka dan dibandrol harga jual tinggi. Bila beruntung kamu dapat menjumpai musang albino yang terlahir dari berbagai jenis musang.


Cara Merawat Musang

Merawat musang agar hidup sehat dapat dilakukan rutin sehari-hari. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

1). Perhatikan kondisi kandang dan tempat makan

Jaga selalu kebersihan kandang dengan mencucinya. Kandang yang kotor dapat menyebabkan bulu musang rontok dan menimbulkan penyakit kulit.

Bersihkan tempat makan dan minum dari sisa makanan secara rutin. Kebiasaan ini mencegah musang  memakan makanan sisa yang berakibat buruk untuk kesehatannya.

2). Makanan sehat untuk musang

Perhatikan proporsi ideal tubuh musang, sebaiknya tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus. Bila terlalu gemuk musang dapat mengalami obesitas dan mati mendadak akibat gagal jantung. Maka dari itu, sebaiknya memerhatikan porsi dan jadwal makannya.

3). Membersihkan kuku

Lakukan pemotongan kuku secara berkala. Untuk mempermudah, sebaiknya proses ini sebaiknya dilakukan oleh dua orang. Salah seorang memegangi musang dengan posisi perut menghadap ke atas, salah seorang lagi memotong kukunya satu per satu.

Pastikan kuku yang dipotong hanya bagian tajamnya saja, jangan terlalu dalam. Cukup beberapa milimeter saja dari ujung kuku.

4). Mandikan Musang

Mandikan musang  tiap dua minggu sekali dengan menggunakan shampo kucing. Lakukan proses ini antara pukul 07.00 – 08.30. Setelah itu jemur musang untuk membunuh bakteri dan memperoleh vitamin D. Pastikan pada saat memandikan musang cuaca tidak sedang dingin atau mendung.

Agar tidak kabur, proses memandikan dan menjemur musang sebaiknya dilakukan di dalam kandang. Bila perlu kamu dapat menggunakan sarung tangan pada saat proses berlangsung.


Makanan Musang

Agar musang dapat tumbuh optimal, usahakan untuk memenuhi kebutuhan gizinya sejak awal memelihara. Sesuaikan pakan dengan kebutuhan gizi sesuai umurnya sebagai berikut:

1). Umur 0 – 2 bulan

Di umur ini sebaiknya musang tidak dipisahkan dari induknya karena rentan cacat dan rawan mati. Namun bila terpaksa harus merawatnyaa, pastikan kamu dapat memenuhi gizinya. Makanan terbaik yang bisa diberikan di umur ini adalah susu non laktosa, bubur bayi sebagai makanan utama, dan sesekali diberi buah yang dihaluskan. Berikan tambahan suplemen makanan, misalnya scoot emulsion dan suplemen kalsium khusus kucing. Bila musang belum bisa makan sendiri, berikan makanan dengan cara disepet menggunakan pipet. Masukkan ujung pipet berisi makanan dan dorong makanan dari pipet. Lakukan perlahan-lahan untuk menghindari musang tersedak.

2). Umur 2 – 4 bulan

Di umur ini berikan makanan yang tinggi protein dan cukup serat. Kamu nbisa mendapatkannya dari bubur bayi kental dan nasi yang dicampur kecap. Selain itu bisa juga memberikan kepala ayam rebus tiap seminggu sekali. Tambahkan selingan buah pisang dan pepaya sebanyak dua kali dalam seminggu. Tambahkan juga air minum untuk memenuhi kebutuhan mineralnya.

3). Umur 5 bulan ke atas

Musang yang notabene hewan omnivora tidak selalu makan daging, di alam bebas dia juga memakan buah-buahan yang sudah masak. Di umur ini biasakan musang dengan jadwal makan, misalnya pagi dan sore. Dengan makanan utama buah-buahan; makanan selingan berupa kepala ayam rebus, nasi, kecap; dan makanan tambahan seperti serangga dan madu.


Cara Menjinakan Musang

Menjinakkan musang bukan hal yang mudah, karena pada dasarnya dia termasuk satwa yang liar. Sudah sewajarnya bila hewan dengan karakter buas ini menyerang dan menggigit bila merasa terancam. Namun bukan berarti musang tidak bisa dijinakkan. Pada proses ini dibutuhkan keberanian dan kesabaran.  Berikut langkah yang bisa kamu tempuh untuk menjinakkan musang:

1). Pengenalan

  • Tempatkan musang di dalam kandang dengan ukuran yang tidak terlalu besar, agar mudah dipindahkan sewaktu-waktu untuk mendukung proses penjinakan.
  • Biasakan ada di sekitar kandang, agar dia mengenalimu. Tempatkan pakaian yang habis dipakai di dalam kandang agar dia terbiasa dengan aroma tubuhmu.
  • Sediakan botol air mineral kosong di samping kandang. Buatlah suara keras dengan memukul-mukulkan botol di sisi luar kandang. Hindari gerakan memukul musang. Tujuannya untuk menghilangkan sifat liarnya yang mudah kaget dengan respons menyerang. Cara ini sebagai isyarat bahwa kita lebih galak darinya. Lakukan setiap hari agar terbiasa.

2). Pendekatan

  • Bila sudah terbiasa, perlahan kamu bisa mengelus musang di dalam kandang dengan botol mulai dari kepala ke arah badan. Sekali lagi, pastikan untuk tidak memukulkan botol ketika responnya kurang baik.
  • Bila reaksinya bagus, bangun rasa percaya musang padamu dengan membelainya sambil memanggil namanya.
  • Pastikan musang sudah terlihat lebih jinak. Cobalah untuk membelai bagian yang lebih sensitif lagi, di bagian ekor dan kaki.

3). Penjinakan

  • Pada tahap ini lakukan penjinakan di luar kandang. Genggam ekor musang, perlahan arahkan untuk keluar dari kandang. Berada di luar kandang akan membuatnya kembali merasa tidak aman, dia akan menggertakmu dan melawan untuk kabur.
  • Jangan panik dan takut. Musang yang mengendus ketakutanmu akan dengan mudah menyerang untuk kabur. Perlahan bangun lagi rasa percaya musang padamu dengan membelai kepala dan badannya. Berikan rasa nyaman padanya.
  • Beri makan musang dengan tangan (handsfeed).
  • Lakukan proses penjinakan ini setiap hari. Hingga terasa perubahannya.
  • Bila musang sudah tidak menyerang, baru bisa dibawa jalan-jalan ke tempat baru.

Proses penjinakan seperti ini kurang lebih akan berlangsung selama 2 minggu. Langkah penjinakan bisa berbeda pada masing-masing musang, disesuaikan dengan umur, jenis, karakter dan kebiasaannya masing-masing.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *