Ternak Ikan Patin dengan Sistem Pen
Budidaya Ikan Patin Sistem PEN

Tips Ternak Ikan Patin dengan Sistem Pen

Posted on

KICUIT.com – Ternak Ikan Patin dengan Sistem Pen – Ikan patin termasuk dalam kelompok ikan yang memiliki atau kumis dari genus Pangasius, keluarga Pangasiidae, dan ordo Siluriformes. Jenis ikan ini juga sangat memiliki nilai ekonomis yang tinggi, contohnya jenis Pangasius hypophthalmus (patin) atau Pangasius sutchi (jambal siam).

Ikan patin memiliki bentuk tubuh tubuh yang panjang. Mulut Ikan patin berada agak di sebelah bawah (sub-terminal) dengan dua pasang kumis. Dan dengan sirip ekor yang berbentuk seperti gunting, ikan patin juga memiliki sirip dada dan sirip di punggung. Warna tubuhnya abu-abu kehitaman, sedangkan perut dan sekitarnya berwarna putih. Kepala ikan patin berbentuk pipih dan lebar, hampir mirip dengan ikan lele. Ikan patin sering juga disebut sebagai ikan jambal.

Ikan Patin
Ikan Patin

Tips dan Cara Ternak Ikan Patin Dengan Sistem Pen

Proses pembesaran ikan patin dengan sistem pen ini merupakan alternatif lainnya dari pemanfaatan perairan umum selain dengan menggunakan keramba serta jala apung. Usaha pembesaran ikan patin dengan cara ini memang masih belum banyak dikembangkan di Indonesia khususnya, sehingga kurang populer dikalangan para peternak ikan.

Selain hal tersebut, pemeliharaan sistem pen pada ikan ini berbeda dengan pembesaran pada jala apung, sebab pembesaran pada jala apung tersebut tempat ternak mengapung di atas. Sementara itu untuk sistem pen ini adalah dengan pembesaran pada jala apung dengan tempat ternak mengapung di atasnya.

Baca Juga :
Tips Memilih Jenis Pakan Untuk Ikan Lele
Cara Sederhana Ternak Ikan Betutu

Nah, bagi Anda yang ini berternak ikan dengan sistem pen khususnya untuk jenis ikan patin, silakan simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pilih lokasi

Secara umum ada beberapa hal yang jadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi adalah kedalaman air, bentuk dasar perairan, sumber air, perlindungan dari hantaman arus serta segi keamanannya. Tempat yang paling tepat untuk pemeliharaan ikan patin adalah jika dilakukan di danau atau pun waduk, ada baiknya pilih tempat pemeliharaan dibagian teluk yang terlindungi. Tetapi, jika dilakukan di sungai, Anda bisa memilih sungai yang berarus lembat dan terbebas dari ancaman banjir bandang.

Peneparan sistem pen

Sistem pen pada danau, sungai, dan juga waduk ini umumnya digunakan bambu atau pun kawat, sementara itu pen disaluran irigasi yang lebih sederhna, yakni skat dibuat dari bagian hulu serta hilir, bahan skatnya bisa berupa kayu, bambu, dan besi. Sebab ikan patin ini tergolong ikan besar, maka pen atau pun hampang harus dibuat kokoh.

Penebaran benih

Hingga sekarang ini, kepdatan penebaran benih ikan patin ideal yang dipelihara dalam pen masih belum menghasilkan data yang pasti, oleh sebab itulah kepadatan penebaran ini dianjurkan mengikuti kepadatan penebaran yang nantinya dilakukan dijala apung, bisa juga mencoba kepadatan penebaran secara umum yang berlaku pada saluran irigasi, 0.5 hingga 2 kg/m2 dengan ukuran lain yang ditebar 50 hingga 75 g/ekor.

Pemberian pakan

Perlu Anda tahu bahwasannya pembesaran ikan patin ini sifatnya komersial, sehingga pemberian pakannya pun bisa ditambahkan pelet. Pada sistem pen pada waduk atau pun danau pemberian pakannya bisa mengikuti pemberian pakan pada jala apung, yakni dengan cara disebar secara langsung. Tapi jika di sungai, pemberian pakannya ditempat makan khusus yang telah digantung.

Kelebihan dan kekurangan Ternak Ikan Patin dengan Sistem Pen
Kelebihan: sebagai alternatif bagi orang yang tidal mempunyai lahan (kolam) dan juga menguntungkan secara teknis maupun ekonomis.
Kekurangan : Pengontrolan ikan pada pemeliharaan sistem pen lebih repot daripada pengontrolan ikan di jala apung. Hal ini dapat dimaklumi karena pada pemeliharaan sistem pen ikan lebih menyatu dengan alam perairan umum sehingga risiko yang dihadapi akan semakin besar pula.

Demikianlah tadi sekilas informasi tentang tips ternak ikan patin dengan sistem pen yang bisa kami informasikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *