Cara Merawat Kelinci, Kandang Kelinci dan Jenis Makanan Kelinci
Cara Merawat Kelinci

Cara Merawat Kelinci, Kandang Kelinci dan Jenis Makanan Kelinci

Posted on

KICUIT.com – Setelah sebelumnya kami menjelaskan tentang Jenis Jenis Kelinci yang Paling Populer, berikut kami akan coba mengulasa tentang Bagiaman Cara Merawat Kelinci.

Untuk pemula, merawat kelinci memang gampang-gampang susah. Tapi jangan khawatir karena binatang cantik ini sangat mudah perawatannya. Berikut tips mudah yang perlu kamu perhatikan ya.

Cara Merawat Kelinci

1). Beri makan sesuai kebutuhan

Kelinci rentan terhadap kadar air yang tinggi dan membutuhkan serat tinggi agar pencernaannya terjaga dengan baik. Untuk itu, makanan yang tepat meliputi sayuran hijau yang sudah dilayukan, rumput awetan, biji-bijian yang ditumbuk dan umbi-umbian yang sudah dijadikan gaplek.

Pada kelinci dewasa, pakan sebaiknya diberikan rutin 2 kali sehari, pagi dan sore.

Pada kelinci dewasa yang hamil, lebihkan porsi makanan yang mengandung konsentrat.

Tambahkan pula mineral yang banyak mengandung kalsium. Pemberian air minum melalui air minum bisa diberikan sebanyak 2 kali sebulan, atau rutin bila kondisi kelinci tampak lesu. Berikan takaran yang sesuai agar makanan tidak tersisa di dalam kandang.

2). Bersihkan kandang

Pastikan kandang selalu dalam keadaan bersih dari kotoran, agar kelinci tidak stres karena bau dan lembab. Sisa makanan yang berlebih dalam waktu lama dapat membuat kelinci stres, maka dari itu sebaiknya hindari memberi pakan dengan takaran yang berlebih.

3). Pegang kelinci dengan cara benar

Pastikan anak kelinci selalu merasa aman saat bersama kamu, salah satunya dengan menahan diri untuk tidak terlalu sering memegangnya. Jangan sesekali mengambilnya dengan mengangkat telinganya, karena jaringan ototnya yang muda masih sangat rawan untuk menopang berat badannya.

4). Pelihara minimal 2 ekor kelinci

Binatang yang satu ini juga bisa merasa kesepian loh. Kelinci yang sendirian punya kecenderungan lebih cepat mati karena stres. Jadi, untuk menekan kemungkinan ini tak ada salahnya kalo si kelinci diberi teman dalam kandang yang sama.

5). Perlakuan khusus pada kelinci sakit

Jalin hubungan baik dengan dokter. Apabila kelinci terlihat lesu, ada baiknya membawa ke dokter agar dapat segera ditangani dengan baik. Kelinci yang kurang sehat sebaiknya tidak dimandikan, berikan makanan khusus (sesuai dengan jenis penyakit yang diderita)

Makanan Kelinci

Komposisi dan jenis makanan sangat bepengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan kelinci. Selain sayuran hijau, dapat juga didukung dengan asupan gizi dari biji-bijian dan umbi-umbian loh.Makanan Kelinci

1). Sayuran hijau

Sayuran hijau yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan kelinci di antaranya daun pepaya, daun turi, kangkung, daun singkong, daun kembang sepatu, bayang jagung, daun lamtoro, daun kacang panjang, daun ubi jalar, daun kacang tanah, talas, kol, sawi. Pastikan sayuran hijau ini terbebas dari pestisida.

Kelinci memiliki daya cerna yang rendah terhadap sayuran hijau, maka dari itu sayuran harus dilayukan terlebih dahulu sebelum dimakan kelinci. Dengan mengkonsumsi sayuran layu dapat meningkatkan kadar serat kasar serta mengurangi risiko kelinci mencret dan kejang lantaran kadar air yang tinggi.

Komposisi sayuran hijau bisa diberikan sekitar 60-80%, selebihnya dikombinasikan dengan konsentrat dan pakan kelinci buatan atau pelet.

2). Rumput Awetan atau Hay

Kelinci membutuhkan makanan dengan kadar serat yang tinggi yang bisa diperoleh dari rumput, di antaranya rumput jampang, kalamenta, cakar ayam dan grinting. Untuk mengatasi masalah pencernaan pada kelinci, penghobi kelinci memilih rumput hay sebagai solusinya. Rumput yang awetan yang dipotong tepat sebelum berbunga bisa dipastikan memiliki kualitas yang bagus karena melalui proses pengeringan bertahap, sehingga kadnungan gizinya tetap terjaga. Dengan rumput hay, kamu tak perlu lagi khawatir terjadinya hairball di usus.

3). Biji-bijian

Untuk mendapatkan tubuh yang ideal dan memiliki bulu yang bagus, kelinci harus banyak mengkonsumsi makanan berprotein tinggi. Kandungan protein ini juga berfungsi sebagai penguat, khususnya bagi kelinci hamil dan menyusui. Dalam satu hari, seekor kelinci disarankan untuk mengkonsumsi setidaknya 200-300 gr biji-bijian yang sudah ditumbuk.

4). Umbi-umbian

Pada bagian ini, umbi-umbian berfungsi sebagai makanan tambahan. Jenis umbi-umbian yang cocok untuk kelinci di antaranya: wortel, lobak, ubi jalar, talas, singkong, uwi dan ganyong. Pastikan umbi-umbian tidak diberikan dalam keadaan mentah. Rebus umbiumbian terlebih dahulu, keringkan, lalu tumbuk menjadi gaplek.

Kandang Kelinci

Sebelum memelihara kelinci, ada baiknya menyediakan kandangnya terlebih dahulu. Mengingat cepatnya perkembangbiakan kelinci, kandang diharapkan dapat melindungi kelinci dari predator, terik matahari dan guyuran hujan.

Berdesarkan penempatannya kandang dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: kandang di dalam ruangan, kandang luar ruangan, kandang yang bisa di pindahkan.Kandang Kelinci

1). Kandang di dalam ruangan

Kandang kelinci di dalam ruangan tidak perlu menggunakan atap, karena sudah terlindungi atap ruangan. Dengan kandang setinggi 80 cm, kelinci tetap aman berada di dalam kandang karena tak dapat melompat keluar.

2). Kandang di luar ruangan

Kandang jenis ini sangat sesuai untuk kelinci dengan ukuran menengah. Kandang di luar ruangan ini idealnya berbentuk panggung dengan ketinggian 60-100 cm. Tipe kandang biasanya berupa kandang individual, kandang koloni, dan kandang bertingkat.

3). Kandang yang bisa di pindahkan

Kandang ini cocok digunakan untuk kelinci hias untuk di pindahkan sewaktu-waktu. Ukurannya yang kecil, memudahkan kita untuk membawanya ke mana saja, misal bermain di halaman, di dalam rumah, dan juga ke dokter hewan terpercaya.

Kebutuhan Lainnya

Agar kelinci tetap sehat kebutuhan yang ini juga tidak kalah penting loh.

Kebutuhan Lainnya

1). Lokasi kandang

Tempatkan kandang di bawah pohon rindang agar tetap sejuk dan mendapat sinar matahari. Sinar matahari dapat membunuh kuman-kuman penyakit di dalam kandang. Kelinci dapat tumbuh ideal di lingkungan bersuhu 15-20oC dengan kelembaban udara 60-90%.

2). Material kandang

Sebelum menentukan material kandang, ada baiknya memerhatikan ukuran dan berat kelinci. Untuk ukuran idealnya, panjang kandang sebaiknya lebih panjang tiga kali ukuran kelinci dewasa dan lebarnya lebih panjang dari ukuran kelinci dewasa. Kandang bisa terbuat dari kayu, bambu, kawat atau kombinasi dari ketiganya.

3). Lantai kandang

Lantai kandang bisa terbuat dari batu bata yang disemen, kayu, bambu atau kawat. Bila alasnya berupa tanah, buatkan saluran pembuangan air agar tanah selalu kering.

Pada kandang berlantai kawat, kita bisa menyelipkan papan agar otot kaki kelinci tidak kelelahan karena menginjak kawat dalam waktu yang lama.

Tempatkan jerami kering secukupnya di dalam kandang sebagai tempat kelinci duduk bersantai.

4). Kotak dalam kandang

Kotak dalam kandang ini berfungsi sebagai kamar bagi kelinci dewasa maupun anak. Di sini kelinci bisa beristirahat dan berlindung.

Misalnya pada kandang berukuran sedang, kita kisa menempatkan kotak berukuran 30 x 30 x 40 cm di dalam kandang dengan lebar pintu kotak kira-kira 15 cm x tinggi 20 cm.

5). Tempat makan dan minum

Pilih tempat makan yang berat agar tak mudah terguling sehingga membuat kandang kotor. Untuk tempat minum gantung dari luar kandang dapat mengurangi resiko kelembaban di dalam kandang.

Nah, sangat mudah bukan?

Buat kamu yang masih merasa pemula, tak perlu lagi ragu untuk pelihara kelinci. Pilih kelinci kesayanganmu dan nikmati setiap momen kebersamaan kalian yaa ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *